Pemerintah Kecamatan Tenggarong Apresiasi Program Padat Karya
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Pemerintah Kecematan Tenggarong menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Program
kegiatan Padat Karya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distranaker) Kutai Kartanegara
di Kelurahan Maluhu.
Kegiatan Padat Karya resmi dimulai sejak Jumat (27/10/2023), dengan dua
program kegiatan yakni pengembangan budidaya ternak kambing di 18 dan
normalisasi parit di RT 17 dan 18 Kelurahan Maluhu.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong mengapresiasi kegiatan
sangat penting ini. Salah satu tujuan dilaksanakan kegiatan salah satunya
adalah untuk menanggulangi inflasi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi
penangguran, dan menekan angka kemiskinan,” kata Syukur Eko Budi Santoso selaku
Sekretaris Camat Tenggarong.
Melalui program Padat Karya tersebut, lanjut Eko, diharapkan kedepan
masyarakat yang tergabung dalam kelompok ternak di Kelurahan Maluhu khususnya
di RT 18 itu bisa mandiri, asalkan dikelola dengan sungguh sungguh.
“Program padat karya pada sektor ekonomi produktif yaitu pengembangan
ternak kambing, yang diharapkan nantinya kelompok ternak itu bisa mandiri. Saya
kira untuk di Tenggarong ini pasar kambing masih bagus,” ujar Eko.
Sementara untuk kegiatan normalisasi parit, menurut Eko, sebagai langkah
untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
“Saya berharap kedepan Kelurahan Maluhu ini mengusulkan potensi potensi
atau aspirasi lainnya pada program padat karya ke Distranaker Kukar, karena
memang prosedur pengusulan program ini dari bawah, kemudian diverifikasi oleh
pihak dinas dan direalisasikan sepanjang ada ketersediaan anggarannya,” papar
Eko.
Sementara itu Ketua RT 17 Kelurahan Maluhu Samsu Haryanto menyampaikan
terimakasih atas terealisasinya kegiatan Padat Karya Dinas Transmigrasi dan
Tenaga Kerja Kukar.
“Usulan kami untuk kegiatan normalisasi parit disetujui dan direalisasi
pada anggaran perubahan 2023 ini. Pengajuan progran normalisasi parit memang
jadi skala prioritas karena kondisi parit diwilayah kami kecil, sehingga kalau
musim hujan potensi banjir dan menggenani sejumlah rumah warga kami.” Katanya.
Setelah kegiatan ini selesai, maka tahun depan (2024) akan mengusulkan
kegiatan program pengembangan peternakan atau perikanan.”Kita nanti akan
mengusulkan untuk pengembangan budidaya sektor perikanan,” tandasnya.
Untuk diketahui bahwa program padat karya dengan dua kegiatan tersebut dikerjakan
atau dikelola oleh pihak warga yang tergabung kelompok, untuk pengembangan
ternak dilaksanakan oleh Kelompok Ternak Rojo Koyo Kelurahan Maluhu dengan
keanggotaan 22 orang. Program pengembangan ternak kambing berupa bantuan
pembuatan kandang serta bibit kambing sebanyak 20 ekor dengan rincian 15 betina
dan 5 kambing jantan.
Sementara untuk kegiatan normalisasi parit dikerjakan oleh warga setempat dengan
jumlah 22 orang, yang para pekerja diberikan upah harian sebesar Rp150 ribu per
orang, dan pengerjaan dilakukan selama 10 hari, sejak 27 Oktober sampai 5 November 2023.(adv/*tan)